Belajar Leadership di ESPRIEX 2018

04.27

Proud of You,
My Self!

Masih nggak menyangka, tapi seperti inilah realitanya, pembaca yang budiman.

Nggak genap dua-bulan gue diberi amanah oleh dosen idola gue, Pak Brillyanes Sanawiri, S.AB., MBA, menjadi Project Officer, membantu beliau dalam mengorganize event tahunan Fakultas gue, ESPRIEX 2018 yang udah di tahun ke-5.

Gue inget banget betapa butuh waktu yang lumayan lama untuk mikir apa gue akan mengambil opportunity langka ini, yang belum tentu akan gue dapet di kesempatan lainnya. Gue memikirkan ini saat gue di Yogyakarta, pas magang mengisi liburan gue Januari bulan kemaren. Dengan modal pernah menjadi staf PDD di ESPRIEX tahun sebelumnya, dan juga gue pernah jadi panitia di Brawijaya Startup Action dan juga laboran di Ei Lab, gue merasa gue mampu untuk mengemas ESPRIEX karena setidaknya gue punya ilmu di penyelenggaraan event serupa.

Tapi,
Yang membuat gue takut diawal adalah karena gue nggak pernah sama sekali mengambil role penting dalam suatu kegiatan. Entah dalam sebuah organisasi, event, atau dalam kehidupan gue. Gue selalu memilih untuk menjadi yang biasa-biasa aja dan membantu di bidang yang gue rasa nggak terlalu melibatkan skill memimpin dan mengambil keputusan.


Setelah melakukan pertimbangan kesanggupan, apakah gue bisa untuk menghandle event se-ASEAN ini, bareng sama magang remote yang gue perpanjang sampe dua bulan (Februari-Maret), ikutan running project bareng temen dimana gue juga nggak megang role yang ecek-ecek, dan yang tetep nomor satu adalah kuliah gue yang makin tua malah makin banyak tugas dan presentasi setiap hari. Gue juga nggak lupa buat minta ijin ke mama untuk suatu keputusan penting ini, karena kalo (nantinya) bakal kepilih, gue juga yang bakalan jarang buat pulang ke rumah.

Oke, melakukan pertimbangan kesanggupan ini memang bagi sebagian orang akan terlihat 'ngapain sih, kan belum tentu keterima juga'. Tapi ya itulah gue. Gue nggak mau jalan dengan kalimat 'lihat aja ntar', karna gue harus menerima konsekuensi yang lebih besar kalo gue nggak se-nge-plan ini di awal.

Gue memantapkan diri untuk maju daftar di oprec Project Oficer ESPRIEX 2018 ini. Nyiapin CV dan beberapa jawaban interview serta plan gue untuk si ESPRIEX. Gue review kira-kira apa kekurangan ESPRIEX di tahun lalu, apa yang bisa gue perbaiki, bikin perubahan untuk tahun ini, dan juga meng-compare dengan event competition lainnya yang sekarang emang udah banyak banget menjamur.

Gue nggak expect apa-apa karna kandidat yang daftar PO selain gue, pernah jadi Ketua Pelaksana event nasional. Secara experience gue kalah telak sih. Bahkan buat mimpi-pun rasanya gue nggak pernah berani. Tapi ya, Allah mungkin berkehendak lain. Dia pengen kasih gue kesempatan untuk bisa sedikit mencicipi jadi seseorang yang memiliki tanggung jawab besar dalam hidup.

Gue langsung memilih beberapa tim inti yang gue percaya bisa kerja bareng mereka dan juga udah punya pengalaman yang nggak cuma isapan jempol. Gue cuma punya waktu untuk nyari tim nggak sampe seminggu supaya bisa secepatnya open submission buat peserta. Tapi ya emang perencana terbaik adalah Allah, mungkin memang belum diijinkan untuk open sesuai yang gue atur. Akhirnya jadilah di tanggal 5 Maret 2018 baru bisa buka karena ada kendala teknis di Web-nya.

Waktu open submission yang mepet banget (nggak genep sebulan) membuat gue dan tim jadi agak pesimis. Seminggu-dua minggu nggak ada satupun pemberitahuan yang mampir di email menginfokan kalo ada yang daftar. Sampe gue juga mengirimkan tim gue (Takecare Indonesia) untuk setidaknya ikutan nambah-nambah biar ada yang ngisi link pendaftaran. Buat penglaris lah istilahnya.

Beberapa minggu sebelum close submission, link masih terisi nggak nyampe 10 tim! Gila. Gue merasa dikejar number banget. Apalagi dari panitia dosen men-target peserta tahun ini setidaknya 50 tim. Oke.

Oke.

._.


ESPRIEX memang event tahunan dari Fakultas Ilmu Administasi, Universitas Brawijaya, yang panitianya kolaborasi antar tim dosen dan tim mahasiswa. Jadi untuk konsep acara, kami dari tim mahasiswa ngikut dari dosen. Ini agak susah sih. Karena kami nggak bisa bikin ritme sendiri dan harus bener-bener ngikut dari atasan dulu, baru bisa dikerjain. Banyak banget yang tiba-tiba berubah, tiba-tiba mengusahakan ini, tiba-tiba begitu. Tapi itulah yang memang menjadi challange yang nggak bakal gue lupain. Selain gue makin dikenal dosen-dosen, gue juga jadi belajar untuk bekerja secara profesional bareng mereka.

Gue juga harus bisa untuk menjadi leader dari 21 orang yang gue pilih dari sekian banyak yang daftar jadi panitia mahasiswa. Dari berbagai macam sifat dan pendekatan yang berbeda, gue harus bisa membuat mereka bisa ikut ritme kerja gue yang lumayan cepet, tanpa menimbulkan demot kerja.

Dan dengan gue yang orangnya perfeksionis, maaf yaa gengs, kalian jadi ku tuntut untuk bener-bener teliti dan make sure semuanya berjalan dengan teratur dan perfect seperti yang gue mau. Gue nggak bisa kalo nggak ngecek satu per satu, apakah ada yang kurang pas ato nggak sesuai, dan itu cenderung ke teknis. Gue nggak mau untuk menyuruh orang lain menyampaikan apa yang gue mau, harus gue sendiri yang bilang ke orang bersangkutan dan memastikan orang itu paham apa yang gue mau.

Maaf ya,
Bukannya gue nggak percaya akan kemampuan kalian. Gue percaya banget, kok. Mangkanya gue milih kalian menjadi bagian tim kecil ini!

Dan itu udah kebukti!
Kalian memang pilihan terbaik dari yang terbaik. Gue akan selalu inget sih gimana kita bisa kerjasama se-keren ini.

Terima kasih banget-banget-anget buat Vice gue, Wenning (Sekretaris) dan Vida (Bendahara). Makasih udah mau gue repotin. Ngurus surat, anggaran, proposal. Itu nggak mudah gengs!
Lovyu pokoknya.

Buat Manager Departemen!
Amel, Ekan, Jo!
You're rock!

Makasih Amelita yang bantuin the hole event.
Kamu ahlinya, Mel!
Maaf ya kalo sering nyuruh-nyuruh cepet, hehe. Kecepetan ya :"

Ekanan-Ekiri!
Sumpah ya. Nggak ada lagi dalam pikiranku yang bakal bisa menghandle Marketing Department seperti yang gue mau kalo nggak dirimu. Makasi udah bantuin publikasi acara, nyari medpar, bikin poster, desain-desain, sosmed maintenance, de-el-el. Maaf yaa, kalo sering bacot ngingetin di Line sama Instagram kalo belum post konten :"

Jonaaa!
Fast respon. Gue sukak!
Operation harus fast respon, dan itu ada di dirimuu.
Dan kalo nggak paham langsung nanyak biar nggak ada miskom.
Makasih yaa Jo.
Operation Departmen terbaiq sih, geelaa.

Staf-staf kuuu..
Anak-anakku sekalian, tercinta.

Fifi, Aul, Amara.
Maaf ya kalo akunya bawel.
Tiba-tiba chat jadwal mentor gimana, juri udah dihubungin belom, ppt Gamal kok ga dikirim-kirim.
Minta rundown aneh-aneh :"
Amara juga great jadi operator hari H-nya!

Oni, Isra, Rima, Widya, Ferry, Elvira.
Maaf ya kalo akunya lebih bawel lagi ke anak operation.
Pigura nambah-nambah, id card juga tiba-tiba nambah, pj konsum cuma satu orang aja.
Ngangkatin alat karawit dong Widyaa gela sih.
Vendor panggung juga dilempar-lempar, ya.
Pasti kalian pusing deh :"

Thalita, Navy, Farhan, Azmi, Giri, Sarah, Kaem.
Marketingkuuu..
Makasih ya udah bikin kayak yang aku mau.
Bantuin segalanya.
Email-in 1000 orang per hari tapi nggak ada yang bales. Wah.
Bikin desain yang revisi sampe 5x.
Makasih ya, ini juga bisa buat pembelajaran kok gimana kerja di dunia realita yang sesungguhnya. Bakal lebih capek lagi.

And last but not least,
Gue cuma pengen kalian punya semacam experience, pengalaman gimana kerja profesional dengan waktu yang singkat. Dengan tim yang lean. Karna ini emang realitanya di dunia kerja.
Gue amat-sangat merasakan ini ketika gue magang di Qiscus kemarin.
Mangkanya, gue pesen banget-banget buat kalian semua, untuk bisa setidaknya belajar. Ini semua bisa banget buat bekal kalian nantinya.
Bisa juga jadi value yang berbeda dari orang lain, temen-temen kalian, karena kalian udah punya kesempatan ini.

Semoga kita bisa bekerja sama di lain kesempatan yaa.
Lovyou all, gengs!

ESPRIEX 2018!
Mantab Betuls!!!

You Might Also Like

4 komentar

  1. So, inspiring bgt loh mbaknya ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. tengkyu lho sist, ikut menginspirasiku jugaak

      Hapus
  2. Sukak, banyak perubahan dalam dirimu sist. Ga nyangka adeku bisa jd leader. Go ahead, belajar bisa dimana saja ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, Alhamdulillah berproses ke arah positif ya sist. Semangaatt!!!

      Hapus

Belajar Leadership di ESPRIEX 2018

Proud of You,
My Self!

Masih nggak menyangka, tapi seperti inilah realitanya, pembaca yang budiman.

Nggak genap dua-bulan gue diberi amanah oleh dosen idola gue, Pak Brillyanes Sanawiri, S.AB., MBA, menjadi Project Officer, membantu beliau dalam mengorganize event tahunan Fakultas gue, ESPRIEX 2018 yang udah di tahun ke-5.

Gue inget banget betapa butuh waktu yang lumayan lama untuk mikir apa gue akan mengambil opportunity langka ini, yang belum tentu akan gue dapet di kesempatan lainnya. Gue memikirkan ini saat gue di Yogyakarta, pas magang mengisi liburan gue Januari bulan kemaren. Dengan modal pernah menjadi staf PDD di ESPRIEX tahun sebelumnya, dan juga gue pernah jadi panitia di Brawijaya Startup Action dan juga laboran di Ei Lab, gue merasa gue mampu untuk mengemas ESPRIEX karena setidaknya gue punya ilmu di penyelenggaraan event serupa.

Tapi,
Yang membuat gue takut diawal adalah karena gue nggak pernah sama sekali mengambil role penting dalam suatu kegiatan. Entah dalam sebuah organisasi, event, atau dalam kehidupan gue. Gue selalu memilih untuk menjadi yang biasa-biasa aja dan membantu di bidang yang gue rasa nggak terlalu melibatkan skill memimpin dan mengambil keputusan.


Setelah melakukan pertimbangan kesanggupan, apakah gue bisa untuk menghandle event se-ASEAN ini, bareng sama magang remote yang gue perpanjang sampe dua bulan (Februari-Maret), ikutan running project bareng temen dimana gue juga nggak megang role yang ecek-ecek, dan yang tetep nomor satu adalah kuliah gue yang makin tua malah makin banyak tugas dan presentasi setiap hari. Gue juga nggak lupa buat minta ijin ke mama untuk suatu keputusan penting ini, karena kalo (nantinya) bakal kepilih, gue juga yang bakalan jarang buat pulang ke rumah.

Oke, melakukan pertimbangan kesanggupan ini memang bagi sebagian orang akan terlihat 'ngapain sih, kan belum tentu keterima juga'. Tapi ya itulah gue. Gue nggak mau jalan dengan kalimat 'lihat aja ntar', karna gue harus menerima konsekuensi yang lebih besar kalo gue nggak se-nge-plan ini di awal.

Gue memantapkan diri untuk maju daftar di oprec Project Oficer ESPRIEX 2018 ini. Nyiapin CV dan beberapa jawaban interview serta plan gue untuk si ESPRIEX. Gue review kira-kira apa kekurangan ESPRIEX di tahun lalu, apa yang bisa gue perbaiki, bikin perubahan untuk tahun ini, dan juga meng-compare dengan event competition lainnya yang sekarang emang udah banyak banget menjamur.

Gue nggak expect apa-apa karna kandidat yang daftar PO selain gue, pernah jadi Ketua Pelaksana event nasional. Secara experience gue kalah telak sih. Bahkan buat mimpi-pun rasanya gue nggak pernah berani. Tapi ya, Allah mungkin berkehendak lain. Dia pengen kasih gue kesempatan untuk bisa sedikit mencicipi jadi seseorang yang memiliki tanggung jawab besar dalam hidup.

Gue langsung memilih beberapa tim inti yang gue percaya bisa kerja bareng mereka dan juga udah punya pengalaman yang nggak cuma isapan jempol. Gue cuma punya waktu untuk nyari tim nggak sampe seminggu supaya bisa secepatnya open submission buat peserta. Tapi ya emang perencana terbaik adalah Allah, mungkin memang belum diijinkan untuk open sesuai yang gue atur. Akhirnya jadilah di tanggal 5 Maret 2018 baru bisa buka karena ada kendala teknis di Web-nya.

Waktu open submission yang mepet banget (nggak genep sebulan) membuat gue dan tim jadi agak pesimis. Seminggu-dua minggu nggak ada satupun pemberitahuan yang mampir di email menginfokan kalo ada yang daftar. Sampe gue juga mengirimkan tim gue (Takecare Indonesia) untuk setidaknya ikutan nambah-nambah biar ada yang ngisi link pendaftaran. Buat penglaris lah istilahnya.

Beberapa minggu sebelum close submission, link masih terisi nggak nyampe 10 tim! Gila. Gue merasa dikejar number banget. Apalagi dari panitia dosen men-target peserta tahun ini setidaknya 50 tim. Oke.

Oke.

._.


ESPRIEX memang event tahunan dari Fakultas Ilmu Administasi, Universitas Brawijaya, yang panitianya kolaborasi antar tim dosen dan tim mahasiswa. Jadi untuk konsep acara, kami dari tim mahasiswa ngikut dari dosen. Ini agak susah sih. Karena kami nggak bisa bikin ritme sendiri dan harus bener-bener ngikut dari atasan dulu, baru bisa dikerjain. Banyak banget yang tiba-tiba berubah, tiba-tiba mengusahakan ini, tiba-tiba begitu. Tapi itulah yang memang menjadi challange yang nggak bakal gue lupain. Selain gue makin dikenal dosen-dosen, gue juga jadi belajar untuk bekerja secara profesional bareng mereka.

Gue juga harus bisa untuk menjadi leader dari 21 orang yang gue pilih dari sekian banyak yang daftar jadi panitia mahasiswa. Dari berbagai macam sifat dan pendekatan yang berbeda, gue harus bisa membuat mereka bisa ikut ritme kerja gue yang lumayan cepet, tanpa menimbulkan demot kerja.

Dan dengan gue yang orangnya perfeksionis, maaf yaa gengs, kalian jadi ku tuntut untuk bener-bener teliti dan make sure semuanya berjalan dengan teratur dan perfect seperti yang gue mau. Gue nggak bisa kalo nggak ngecek satu per satu, apakah ada yang kurang pas ato nggak sesuai, dan itu cenderung ke teknis. Gue nggak mau untuk menyuruh orang lain menyampaikan apa yang gue mau, harus gue sendiri yang bilang ke orang bersangkutan dan memastikan orang itu paham apa yang gue mau.

Maaf ya,
Bukannya gue nggak percaya akan kemampuan kalian. Gue percaya banget, kok. Mangkanya gue milih kalian menjadi bagian tim kecil ini!

Dan itu udah kebukti!
Kalian memang pilihan terbaik dari yang terbaik. Gue akan selalu inget sih gimana kita bisa kerjasama se-keren ini.

Terima kasih banget-banget-anget buat Vice gue, Wenning (Sekretaris) dan Vida (Bendahara). Makasih udah mau gue repotin. Ngurus surat, anggaran, proposal. Itu nggak mudah gengs!
Lovyu pokoknya.

Buat Manager Departemen!
Amel, Ekan, Jo!
You're rock!

Makasih Amelita yang bantuin the hole event.
Kamu ahlinya, Mel!
Maaf ya kalo sering nyuruh-nyuruh cepet, hehe. Kecepetan ya :"

Ekanan-Ekiri!
Sumpah ya. Nggak ada lagi dalam pikiranku yang bakal bisa menghandle Marketing Department seperti yang gue mau kalo nggak dirimu. Makasi udah bantuin publikasi acara, nyari medpar, bikin poster, desain-desain, sosmed maintenance, de-el-el. Maaf yaa, kalo sering bacot ngingetin di Line sama Instagram kalo belum post konten :"

Jonaaa!
Fast respon. Gue sukak!
Operation harus fast respon, dan itu ada di dirimuu.
Dan kalo nggak paham langsung nanyak biar nggak ada miskom.
Makasih yaa Jo.
Operation Departmen terbaiq sih, geelaa.

Staf-staf kuuu..
Anak-anakku sekalian, tercinta.

Fifi, Aul, Amara.
Maaf ya kalo akunya bawel.
Tiba-tiba chat jadwal mentor gimana, juri udah dihubungin belom, ppt Gamal kok ga dikirim-kirim.
Minta rundown aneh-aneh :"
Amara juga great jadi operator hari H-nya!

Oni, Isra, Rima, Widya, Ferry, Elvira.
Maaf ya kalo akunya lebih bawel lagi ke anak operation.
Pigura nambah-nambah, id card juga tiba-tiba nambah, pj konsum cuma satu orang aja.
Ngangkatin alat karawit dong Widyaa gela sih.
Vendor panggung juga dilempar-lempar, ya.
Pasti kalian pusing deh :"

Thalita, Navy, Farhan, Azmi, Giri, Sarah, Kaem.
Marketingkuuu..
Makasih ya udah bikin kayak yang aku mau.
Bantuin segalanya.
Email-in 1000 orang per hari tapi nggak ada yang bales. Wah.
Bikin desain yang revisi sampe 5x.
Makasih ya, ini juga bisa buat pembelajaran kok gimana kerja di dunia realita yang sesungguhnya. Bakal lebih capek lagi.

And last but not least,
Gue cuma pengen kalian punya semacam experience, pengalaman gimana kerja profesional dengan waktu yang singkat. Dengan tim yang lean. Karna ini emang realitanya di dunia kerja.
Gue amat-sangat merasakan ini ketika gue magang di Qiscus kemarin.
Mangkanya, gue pesen banget-banget buat kalian semua, untuk bisa setidaknya belajar. Ini semua bisa banget buat bekal kalian nantinya.
Bisa juga jadi value yang berbeda dari orang lain, temen-temen kalian, karena kalian udah punya kesempatan ini.

Semoga kita bisa bekerja sama di lain kesempatan yaa.
Lovyou all, gengs!

ESPRIEX 2018!
Mantab Betuls!!!

4 komentar:

ekanandapna mengatakan...

So, inspiring bgt loh mbaknya ini

Monique Firsty mengatakan...

Sukak, banyak perubahan dalam dirimu sist. Ga nyangka adeku bisa jd leader. Go ahead, belajar bisa dimana saja ��

Chikita Dinda Putri mengatakan...

tengkyu lho sist, ikut menginspirasiku jugaak

Chikita Dinda Putri mengatakan...

Hihi, Alhamdulillah berproses ke arah positif ya sist. Semangaatt!!!

Posting Komentar

My Blog List

My Blog List