Branding your Image?

06.40

Selamat Malaaam,

Ah, senangnya. Udah lama-banget rasanya gue nggak nulis di blog lagi. Nulis kayak gini juga butuh mood dan kemauan yang rasanya gue maaaallesss banget buat luangin waktu yang palingan cuma 15-20 menit doang buat ngetik dan publish di sini.

Kenapa gue tiba-tiba jadi tertarik banget dan kayak gue-harus-ngeblog-lagi! itu karena beberapa  hari yang lalu, ketika gue di perjalanan mau balik ke Malang naik travel dan gue bingung harus ngapain lagi karena udah bosen dengerin playlist lagu gue yang itu itu aja, akhirnya gue memutuskan untuk membaca salah satu blog dari seleb ask idola gue. Gue nggak pernah se-tertarik ini dengan jawaban dan pendapat orang lain. Dann, ya, gue mulai terkontaminasi dengan pikiran-pikaran dia yang menurutku masuk akal.

Dan disinilah gue sekarang. Didepan laptop dengan perasaan menggebu-gebu. "Gue harus mulai nulis lagi!".

Gue merasa udah lama banget keinginan gue terkait dunia penulisan itu menurun dengan sangat konsisten. Dulu, brand image gue pas SMP adalah seorang penulis. Manusia penuh kata-kata kiasan yang doyan banget nulis puisi bahkan cerpen. Dan sekarang? Dimana sosok itu. Bahkan gue kehilangan diri gue sendiri.

Sempat gue terkenang soal ini ketika di salah satu platform media sosial ada yang tanya ke gue. "Kak, udah nggak nulis lagi ya? Puisinya dulu bagus-bagus, lho!". Dan itu rasanya kayak, BOOMM!! Gue kehilangan diri gue sendiri? Kayak ada sesuatu yang gue banggakan itu perlahan-lahan hilang sehingga 'nama gue' lama kelamaan tidak terdengar lagi. --soksokan jadi orang terkenal*

Gue menyadari kemampuan gue menulis mulai memudar karena ketika masuk SMA mulai menyukai hal lain selain menulis. Masuk SMA gue mulai menjelajahi dunia baru yang seperti memberi gue semangat "Gue harus belajar ini!".

Dengan tipe orang yang suka menjelajahi hal baru, gue mulai memasuki dunia teater. Emang nggak terlalu jauh sih larinya. Kalo nggak ke sastra ya tetep ke seni. Gue mulai tertarik bergabung di Team Teater SMANESA (TTS) dimana disana gue memang tidak terlalu menonjol. Tapi gue menyukai karena gue bisa menemukan orang-orang baru, dengan satu interest yang sama. Gue pernah memainkan peran untuk classmeet kelas lomba drama antar kelas dengan berperan sebagai main actor disana. Seriusan itu adalah pengalaman paling lucu yang pernah gue alami. Karena dramanya sendiri adalah drama horor-komedi. So, tau sendiri lah ya gue jadi hantunya.

Oh ya, dan sebenarnya gue sempet gabung di club jurnalistik waktu kelas 1 SMA, tapi gue nggak menemukan something kayak yang gue dapet di TTS tadi. I don't know apa yang salah dari diri gue ya. Mungkin memang ketertarikan gue di bidang penulisan sedang di masa paling bawah saat itu.

Sampai di kelas 3 SMA, gue mulai untuk membentuk band gue sendiri. Berawal dari keinginan untuk tampil di PENSI perpisahan nanti, gue mulai mencari temen-temen yang berpotensi di bidang musik. Dari yang mulai memang punya keahlian di bidang itu, sampe gue yang ngajarin dari nol.

Awalnya gue agak nggak yakin. Sumpah, band ini abal-abal. Akan kalah jika dibandingkan dengan band-band anak lain yang lebih niat. But, kita niat lho? Berarti kita nggak kalah bagus dong. Hehe

Sampe akhirnya apa yang kita cita-citakan akhirnya terwujud. Kita bisa tampil di panggung terbesar yang pernah gue naikin buat performance. Masih kerasa gimana rasanya detak jantungku siang itu. Dengan wajah ga enak karna pake makeup, baju rok ala-ala perpisahan, high-heels 10 cm, semua kita laluin buat ngewujudin mimpi kita bersama. Dan hasilnya juga nggak mengecewakan. Honestly.




Dan ya. Itulah perkembangan bagaimana gue bisa memiliki banyak ketertarikan akan sesuatu. Dan itu bisa berganti-ganti. Entah dengan hitungan bulan atau tahun, keingintahuan akan sesuatu itu akan terus tumbuh.

Gue orangnya suka belajar, suka mengamati. Mungkin teman-teman gue pada masa yang berbeda akan merasa kewalahan untuk mengingat bagaimana image-ku. Dan ya, people changes right?

Pada masa SD temen-temen mungkin akan mengenal gue dengan image cewek pemalu dengan suara pas-pasan, tertarik di bidang menggambar but i can't draw a perfect picture, dirijen upacara bendera yang bokongnya suka gerak-gerak gajelas (LOL. Gue selalu ketawa kalo nginget-nginget hal ini). Sangat-sangat tertarik di bidang Informatika khususnya software dan hardware komputer. Bahkan gue sudah bisa menguasai komputer saat yang lainnya bahkan nggak tau komputer itu apa (oke gue mulai songong di kalimat ini). Gue tahu lebih soal perkomputeran karena om-ku ahli dibidang ini. Dan balik lagi ke sifat keingintahuanku yang tinggi. Bahkan sempat gue ingin memajukan branding SD ku dengan membuatkannya website. Ide gila anak SD tahun 2000an. Dan ini di desa, lho. Oke gue mulai membanggakan diri.

Pas SMP terkenal dengan cewek anak kelas B --yang nolak masuk SMP favorit se kota karena gue pengen pake jilbab--, dengan ketertarikan dengan hitung-hitungan tapi lebih besar tertarik dengan rasa malas, anak musik dengan keinginan dan tekad untuk belajar otodidak semua alat musik band (gue baru nyadar gue termasuk kategori orang ambisius disini), anak sastra yang demen nulis puisi buat dipajang di mading, suka banget jadi sekretaris di kelas karna gue punya ketertarikan yang luar biasa di bidang tulis-menulis (karena kebanyakan pas SMP, guru bakal nyuruh sekretaris buat nulis di depan kelas), suka ikut campur pas bikin mading kelas, dan orang dengan nilai olahraga yang menyedihkan karena menyentuh nilai KKM.

Dan disaat masuk SMA, begitulah. Seperti yang gue bahas sebelumnya.

Gue termasuk orang yang gampang kalap.
Saat pertama masuk SMA gue kebingungan memilih ekskul karena kebanyakan gue tertarik. Inilah dampak negatif dari suka belajar sesuatu yang baru.
Banyak banget ekskul di SMA ku mulai dari Karya Ilmiah Remaja (KIR), Jurnalistik, teater, Palang Merah Remaja (PMR), alat musik tradisional, tari tradisional, pramuka, PASUS, OSIS, olahraga, komputer, dsb.
Dan gue akhirnya memilih untuk ikut jurnalistik, teater dan OSIS pas kelas 2 SMA.

Jadi kalo misal kalian bertemu dengan teman-temanku dengan lini masa berbeda, kalian mungkin akan mendapat jawaban-jawaban berbeda dengan pertanyaan yang sama,

"So, kalian kenal Chikita?"

Dan temen SD gue bakal jawab, "Chiki yang dirijen upacara bendera itu?"
Dan temen SMP gue bakal jawab, "Chiki yang bisa semua alat musik itu?"
Dan temen SMA gue bakal jawab, "Chiki yang pacarnya--eh salah. Chiki yang ..dan gue nggak terkenal apa-apa di SMA :("

Ya intinya sih people changes. Ntah dalam hal lebih baik atau tambah buruk, yang jelas semua orang tumbuh, dengan interest masing masing, dengan lingkungan yang berbeda. Dan itu memang wajar. Mungkin gue bakal dinilai berbeda dengan teman-teman di masa berbeda, tapi gue tetep jadi chiki temen kalian yang selalu semangat dan tertarik untuk mencoba hal-hal baru yang gue suka. WKWK


You Might Also Like

0 komentar

Branding your Image?

Selamat Malaaam,

Ah, senangnya. Udah lama-banget rasanya gue nggak nulis di blog lagi. Nulis kayak gini juga butuh mood dan kemauan yang rasanya gue maaaallesss banget buat luangin waktu yang palingan cuma 15-20 menit doang buat ngetik dan publish di sini.

Kenapa gue tiba-tiba jadi tertarik banget dan kayak gue-harus-ngeblog-lagi! itu karena beberapa  hari yang lalu, ketika gue di perjalanan mau balik ke Malang naik travel dan gue bingung harus ngapain lagi karena udah bosen dengerin playlist lagu gue yang itu itu aja, akhirnya gue memutuskan untuk membaca salah satu blog dari seleb ask idola gue. Gue nggak pernah se-tertarik ini dengan jawaban dan pendapat orang lain. Dann, ya, gue mulai terkontaminasi dengan pikiran-pikaran dia yang menurutku masuk akal.

Dan disinilah gue sekarang. Didepan laptop dengan perasaan menggebu-gebu. "Gue harus mulai nulis lagi!".

Gue merasa udah lama banget keinginan gue terkait dunia penulisan itu menurun dengan sangat konsisten. Dulu, brand image gue pas SMP adalah seorang penulis. Manusia penuh kata-kata kiasan yang doyan banget nulis puisi bahkan cerpen. Dan sekarang? Dimana sosok itu. Bahkan gue kehilangan diri gue sendiri.

Sempat gue terkenang soal ini ketika di salah satu platform media sosial ada yang tanya ke gue. "Kak, udah nggak nulis lagi ya? Puisinya dulu bagus-bagus, lho!". Dan itu rasanya kayak, BOOMM!! Gue kehilangan diri gue sendiri? Kayak ada sesuatu yang gue banggakan itu perlahan-lahan hilang sehingga 'nama gue' lama kelamaan tidak terdengar lagi. --soksokan jadi orang terkenal*

Gue menyadari kemampuan gue menulis mulai memudar karena ketika masuk SMA mulai menyukai hal lain selain menulis. Masuk SMA gue mulai menjelajahi dunia baru yang seperti memberi gue semangat "Gue harus belajar ini!".

Dengan tipe orang yang suka menjelajahi hal baru, gue mulai memasuki dunia teater. Emang nggak terlalu jauh sih larinya. Kalo nggak ke sastra ya tetep ke seni. Gue mulai tertarik bergabung di Team Teater SMANESA (TTS) dimana disana gue memang tidak terlalu menonjol. Tapi gue menyukai karena gue bisa menemukan orang-orang baru, dengan satu interest yang sama. Gue pernah memainkan peran untuk classmeet kelas lomba drama antar kelas dengan berperan sebagai main actor disana. Seriusan itu adalah pengalaman paling lucu yang pernah gue alami. Karena dramanya sendiri adalah drama horor-komedi. So, tau sendiri lah ya gue jadi hantunya.

Oh ya, dan sebenarnya gue sempet gabung di club jurnalistik waktu kelas 1 SMA, tapi gue nggak menemukan something kayak yang gue dapet di TTS tadi. I don't know apa yang salah dari diri gue ya. Mungkin memang ketertarikan gue di bidang penulisan sedang di masa paling bawah saat itu.

Sampai di kelas 3 SMA, gue mulai untuk membentuk band gue sendiri. Berawal dari keinginan untuk tampil di PENSI perpisahan nanti, gue mulai mencari temen-temen yang berpotensi di bidang musik. Dari yang mulai memang punya keahlian di bidang itu, sampe gue yang ngajarin dari nol.

Awalnya gue agak nggak yakin. Sumpah, band ini abal-abal. Akan kalah jika dibandingkan dengan band-band anak lain yang lebih niat. But, kita niat lho? Berarti kita nggak kalah bagus dong. Hehe

Sampe akhirnya apa yang kita cita-citakan akhirnya terwujud. Kita bisa tampil di panggung terbesar yang pernah gue naikin buat performance. Masih kerasa gimana rasanya detak jantungku siang itu. Dengan wajah ga enak karna pake makeup, baju rok ala-ala perpisahan, high-heels 10 cm, semua kita laluin buat ngewujudin mimpi kita bersama. Dan hasilnya juga nggak mengecewakan. Honestly.




Dan ya. Itulah perkembangan bagaimana gue bisa memiliki banyak ketertarikan akan sesuatu. Dan itu bisa berganti-ganti. Entah dengan hitungan bulan atau tahun, keingintahuan akan sesuatu itu akan terus tumbuh.

Gue orangnya suka belajar, suka mengamati. Mungkin teman-teman gue pada masa yang berbeda akan merasa kewalahan untuk mengingat bagaimana image-ku. Dan ya, people changes right?

Pada masa SD temen-temen mungkin akan mengenal gue dengan image cewek pemalu dengan suara pas-pasan, tertarik di bidang menggambar but i can't draw a perfect picture, dirijen upacara bendera yang bokongnya suka gerak-gerak gajelas (LOL. Gue selalu ketawa kalo nginget-nginget hal ini). Sangat-sangat tertarik di bidang Informatika khususnya software dan hardware komputer. Bahkan gue sudah bisa menguasai komputer saat yang lainnya bahkan nggak tau komputer itu apa (oke gue mulai songong di kalimat ini). Gue tahu lebih soal perkomputeran karena om-ku ahli dibidang ini. Dan balik lagi ke sifat keingintahuanku yang tinggi. Bahkan sempat gue ingin memajukan branding SD ku dengan membuatkannya website. Ide gila anak SD tahun 2000an. Dan ini di desa, lho. Oke gue mulai membanggakan diri.

Pas SMP terkenal dengan cewek anak kelas B --yang nolak masuk SMP favorit se kota karena gue pengen pake jilbab--, dengan ketertarikan dengan hitung-hitungan tapi lebih besar tertarik dengan rasa malas, anak musik dengan keinginan dan tekad untuk belajar otodidak semua alat musik band (gue baru nyadar gue termasuk kategori orang ambisius disini), anak sastra yang demen nulis puisi buat dipajang di mading, suka banget jadi sekretaris di kelas karna gue punya ketertarikan yang luar biasa di bidang tulis-menulis (karena kebanyakan pas SMP, guru bakal nyuruh sekretaris buat nulis di depan kelas), suka ikut campur pas bikin mading kelas, dan orang dengan nilai olahraga yang menyedihkan karena menyentuh nilai KKM.

Dan disaat masuk SMA, begitulah. Seperti yang gue bahas sebelumnya.

Gue termasuk orang yang gampang kalap.
Saat pertama masuk SMA gue kebingungan memilih ekskul karena kebanyakan gue tertarik. Inilah dampak negatif dari suka belajar sesuatu yang baru.
Banyak banget ekskul di SMA ku mulai dari Karya Ilmiah Remaja (KIR), Jurnalistik, teater, Palang Merah Remaja (PMR), alat musik tradisional, tari tradisional, pramuka, PASUS, OSIS, olahraga, komputer, dsb.
Dan gue akhirnya memilih untuk ikut jurnalistik, teater dan OSIS pas kelas 2 SMA.

Jadi kalo misal kalian bertemu dengan teman-temanku dengan lini masa berbeda, kalian mungkin akan mendapat jawaban-jawaban berbeda dengan pertanyaan yang sama,

"So, kalian kenal Chikita?"

Dan temen SD gue bakal jawab, "Chiki yang dirijen upacara bendera itu?"
Dan temen SMP gue bakal jawab, "Chiki yang bisa semua alat musik itu?"
Dan temen SMA gue bakal jawab, "Chiki yang pacarnya--eh salah. Chiki yang ..dan gue nggak terkenal apa-apa di SMA :("

Ya intinya sih people changes. Ntah dalam hal lebih baik atau tambah buruk, yang jelas semua orang tumbuh, dengan interest masing masing, dengan lingkungan yang berbeda. Dan itu memang wajar. Mungkin gue bakal dinilai berbeda dengan teman-teman di masa berbeda, tapi gue tetep jadi chiki temen kalian yang selalu semangat dan tertarik untuk mencoba hal-hal baru yang gue suka. WKWK


0 komentar:

Posting Komentar

My Blog List

My Blog List